Penanggulangan Anak Tunalaras

Berbagi :
Setelah sebelumnya DiEza's Blog pernah memposting tentang Anak Tunalaras, kini kembali kami mencoba memposting hal yang masih berkaitan erat dengan Anak Tunalaras, yaitu tentang cara penanggulangan anak tunalaras.  silahkan disimak dibawah ini :

 Penanggulangan Anak Tunalaras
Pada Lingkungan Keluarga :
Keluarga adalah lingkungan pertama yang dapat menjadi penyebab dari ketunalarasan pada seorang anak, dan dalam lingkungan keluarga ini ada beberapa kiat yang dapat dilakaukan dalam menanggulangi anak yang mengalami ketunalarasan, hal yang dapat dilakukan yaitu mengelola dan mengenalkan emosi pada anak tunalaras yang tujuannya agar anak tersebut mampu mengelola emosi pada dirinya. Strategi pencapaian yang digunakan adalah strategi menurut Bill Roger, yakni:
1. Pada saat tiba-tiba saja terjadi konflik
a.  Beri waktu untuk mendinginkan suasana.
b.  Bahas perilaku yang telah diperbuat anak tanpa menyerangnya.
c.  Jelaskan perasaan tanpa menyangkal perasaan anak.

2.      Pada saat anak tidak terjadi konflik :
a.       Mengenalkan anak pada buku harian, khususnya buku harian yang didalamnya ada gambar berupa ekspresi wajah
b.      Memberikan anak nasihat yang berhubungan dengan emosi dan cara mengatur emosi

Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan secara personal kepada anak, baik pendekatan emosinya dan pendekatan jati dirinya. Contohnya dengan memuji, memenuhi keinginannya, memahami karakternya dengan tidak memberikan hukuman terlebih dahulu. Berusaha memandang sesuatu dari sudut pandang anak.
Prosedur yang diperlukan adalah bertahap dan kontinyu. Karena untuk membantu pemulihan prilaku dan emosi anak tidak akan bisa dilakukan secara instan.
Tekhniknya  berupa pendekatan secara langsung ke anak atau pun secara tidak langsung melalui teman sebaya anak.

Bentuk  latihan yang dapat digunakan :
Bentuk latihan yang mendidik anak mengenal emosi melatih kontrol diri anak, dan mengajarkan anak berprilaku asertif (ketrampilan dimana anak mengungkapkan emosi – dengan simpati atau pun empati/ cara menyampaikan hak dengan tidak melanggar hak orang lain.
Adanya 2 kemungkinan, bisa berhasil dan bisa belum berhasil.
Kendala
Anak menolak upaya kita, bersikap introvet atau tertutup. Kondisi lingkungan yang tidak bisa dikondisikan. Teman sebaya malah menjadi model dan stimulus yang buruk.
Antisipasi kendala
Mengikuti alur anak terlebih dahulu, misalnya dengan memberikan apa yang dia senangi, mudah-mudahan bisa membawanya ke situasi yang menyenangkan.  Ciptakan lingkungan yang aman , yang menghormati hak bagi bagi semua anak, yaitu lingkungan yang meningkatkan kesempatan untuk bisa berhasil meraih prestasi dan mengoptimalkan potensi.

Pada Lingkungan Sekolah :
Lingkungan sekolah adalah tempat kedua yang dapat membantu dalam menyelesaikan permasalahan tunalaras ini.
Beberapa macam-macam bentuk penyelenggaraan pendidikan bagi anak tuna laras adalah sebagai berikut:
1.      Penyelenggaraan bimbingan dan penyuluhan di sekolah reguler.
Jika diantara murid di sekolah tersebut ada anak yang menunjukan gejala kenakalan ringan segera para pembimbing memperbaiki mereka. Mereka masih tinggal bersama-sama kawannya di kelas, hanya mereka mendapat perhatian dan layanan khusus.

2.      Kelas Khusus
Apabila anak tuna laras perlu belajar terpisah dari teman pada satu kelas.
Kemudian gejala-gejala kelainan baik emosinya maupun kelainan tingkah lakunya dipelajari. Diagnosa itu diperlukan sebagai dasar penyembuhan. Kelas khusus itu ada pada tiap sekolah dan masih merupakan bagian dari sekolah yang bersangkutan.

3.      Sekolah Luar Biasa bagian Tuna laras tanpa asrama
Bagi Anak Tuna laras yang perlu dipisah belajarnya dengan kata kawan yang lain karena kenakalannya cukup berat atau merugikan kawan sebayanya.

4.      Sekolah dengan asrama
Bagi mereka yang kenakalannya berat, sehingga harus terpisah dengan kawan maupun dengan orangtuanya, maka mereka dikirim ke asrama. Hal ini juga dimaksudkan agar anak secara kontinyu dapat terus dibimbing dan dibina. Adanya asrama adalah untuk keperluan penyuluhan
Yang menjadi sasaran pokok dalam pengembangan selanjutnya adalah usaha pemerataan dan perluasan kesempatan belajar dalam rangka penuntasan wajib belajar pendidikan dasar. Biasanya anak tuna laras itu segera saja dikeluarkan dari sekolah karena dianggap membahayakan. Dengan usaha pengembangan sekolah bagi anak tuna laras ini berarti kita memberi wadah seluas-luasnya atau tempat mereka memperoleh perbaikan bagi kepribadiannya.
Dengan adanya sekolah bagi anak tuna laras berarti membantu para orangtua anak yang sudah kewalahan mendidik puteranya, membantu para guru yang selalu diganggu apabila sedang mengajar dan mengamankan kawan-kawannya terhadap gangguan anak nakal.
Pengembangan pendidikan bagi anak tuna laras sebaiknya paralel atau dikaitkan dengan mengintensifkan usaha Bimbingan Penyuluhan di sekolah reguler. Sehingga apabila anak itu tidak mengalami perbaikan dari usaha bimbingan dan penyuluhan dari kelas khusus maka mereka dapat dikirim ke Sekolah Luar Biasa bagian Tuna laras.

Daftar Isi [Tutup]

    Lebih baru
    Lebih lama