Prediksi Para Ahli Tentang 21 Desember 2012
ATTENTION !!
Tulisan ini hanya bersifat Share saja sebagai pengetahuan, namun Sebelum membaca tulisan ini sekiranya Admin mengingatkan bahwa ini hanyalah prediksi menurut para ilmuan yang telah melakukan penelitian, kiamat tidak seorang pun yang tahu, bahkan Nabi Muhammad Saw sebagai kekasih Allah SWT pun tidak mengetahui, kita hanya diberi pengetahuan untuk mengenali tanda-tanda hari kiamat saja yang sudah disebutkan didalam Al-Qur'an, tulisan ini hanya mengandung informasi agar kita menyadari bahwa kiamat itu PASTI terjadi dan memang semakin dekat.
Semoga tulisan ini memberikan sebuah pengetahuan yang berarti bagi para pembacanya dan tetaplah berserah diri kepada-NYA..
21 Desember 2012, masih menjadi hari yang penuh
misteri dan bahkan telah menjadi misteri dunia. Menurut ramalan, tanggal yang
tepat jatuh pada hari jum’at itu merupakan akhir dari peradaban di dunia ini
alias “Hari Kiamat”. Dalam kitab suci Al-Qur’an dan beberapa sumber, hari
kiamat akan jatuh pada hari Jum’at, seperti yang diramalkan oleh beberapa nara
sember, termasuk kalender bangsa maya yang selama ini diyakini sebagai kalender
paling akurat di bumi.
Dalam majalah Science edisi 8 September 2006,
diberitakan bahwa ilmuwan dari Australia, Tiongkok, dan Norwegia dalam riset
bersama terhadap lapisan batuan berhasil menemukan, bahwa telah terjadi
perubahan kutub bumi. Jika dijabarkan secara nyata, selama 20 juta tahun ini,
arah kutub utara telah menyimpang sebesar 50 derajat. Perubahan ini setara
dengan jarak antara Alaska (atau Siberia) hingga ke garis khatulistiwa. Dalam
kebudayaan suku bangsa Maya yang sangat maju, juga terdapat catatan serupa.
Berdasarkan kalender suku Maya, terhitung sejak 1992 hingga 2012, bumi kita
akan memasuki suatu masa “Siklus Besar” yang terjadi setiap 5200 tahun sekali
yang merupakan masa penutup dari fase terakhir, yang juga disebut “Masa
Perubahan Bumi”. Dalam kebudayaan suku Maya itu juga telah diramalkan bahwa
pada tahun 2012 medan magnet bumi juga akan mengalami perubahan.
Sementara India Daily pada tanggal 1 Maret 2005
melaporkan, bahwa ada sejumlah ilmuwan geofisika dan astronomi dari perusahaan
Hyderabad telah meramalkan bahwa pada tahun 2012 akan terjadi perputaran
terbalik pada kutub bumi maupun kutub matahari. Perputaran terbalik kutub bumi
artinya kutub utara dan kutub selatan akan bertukar posisi. Selama dalam proses
ini di bumi akan terjadi suatu fenomena dimana dalam kurun waktu tersebut akan
sama sekali tidak ada daya tarik menarik medan magnet. Apa jadinya jika bumi
berpindah kutub dari kutub utara ke selatan, dan kutub selatan ke utara? Tentu
saja matahari yang awalnya muncul dari timur akan muncul dari barat pada saat itu.
Ramalan ini memiliki keterkaitan dengan berita yang muncul dan ayat-ayat kitab
suci Al-Qur’an yang menerangkan bahwa “Pada hari kiamat, matahari akan terbit
dari arah barat dan terbenam dari arah timur”.
Walaupun beberapa sumber diatas tidak menerangkan
bahwa matahari akan terbit dari arah barat, tetapi tentu saja kita dapat
menyimpulkannya jika bumi berpindah kutub, tentu saja arah muncul matahari akan
berubah. Kalangan “orang dalam” di NASA, DoD (badan inteligensi militer), SETI
maupun CIA sudah memprediksikan, kalau 2/3 dari penduduk planet bumi akan
punah, ketika terjadi pergantian kutub, yang disebabkan kedatangan Planet X.
Sisa populasi yang bertahan hidup, terancam bahaya kelaparan dan radiasi
elemen, dalam jangka waktu 6 bulan setelah kejadian ini. Semua operasi rahasia
menyadari kenyataan ini, dan sudah menyiapkan diri mereka. Fenomena ini juga
diperkuat dengan hadirnya planet X atau Nibiru. Planet X juga dikenal dengan
nama Nibiru, atau disebut “Wormwood”, merupakan benda angkasa luar yang paling
sering disebut sejak jaman kuno. Setelah mengorbit selama 3600 tahun, planet ke
10 ini akan datang lagi. Dampak kedatangan Planet X terhadap bumi, sudah
dicatat nenek moyang kita ribuan tahun lalu. Ilmu Geologi dan Arkeologi juga
mencantumkannya. Banyak yang mengatakan kalau planet Nibiru memiliki fisik yang
mirip dengan matahari, bahkan merupakan kembaran matahari.
Fakta Planet X Massa Planet X begitu besar,
dengan kutub magnetis yang memiliki kadar plasma tinggi dan pancaran energi
yang begitu dahsyat, pasti mengakibatkan kerusakan hebat pada planet yang
dilewatinya. Biasanya beberapa tahun sebelum kedatangan planet X, gelombang
elektromagnetik Planet X mengakibatkan perubahan-perubahan besar pada planet
yang akan dilewatinya. Ini bisa dilihat pada perubahan iklim dahsyat yang
melanda Planet Bumi. Aktivitas gempa dan vulkanis mengalami perubahan 3 hingga
4 dekade sebelum kedatangan Planet X. Sejak tahun 1996, perubahan cuaca di Bumi
mencatat rekor tertinggi. Berbagai bencana alam, mulai dari gempa, aktivitas
vulkanik dan perubahan elektromagnetis begitu tajam peningkatannya, namun
datanya selalu “diperhalus” kepada masyarakat luas untuk mencegah kegemparan
global tentang berita ini.
Dr. Dmitriev menemukan bahwa medan magnetic
matahari meningkat 230 persen sejak tahun 1901. Jadi, yang mengalami perubahan
bukan hanya planet Bumi. Hanya sedikit kalangan yang menyadari fakta ini. Di
Akademi Sains Nasional Siberia, Rusia, khususnya di Novosibirsk, berlangsung
penelitian terhadap matahari. Dan Dr.Dmitriev dengan takjub mengemukakan bahwa,
matahari bertambah terang 1000 persen dibanding sebelumnya, dan masih terus
bertambah terang.
Melihat Planet X Hanya teleskop terbesar (yang
dijaga ketat) bisa digunakan untuk melihat Planet X. Sejumlah observatorium
kecil di dunia mencatat keberhasilan melihat Planet X di awal tahun 2001.
Dr. Harrington, rekan sejawat dari Ilmuwan dan
arkeolog Zecharia Sitchin, yang pertama meyakini keberadaan NIBIRU atau Planet
X berdasarkan catatan kuno orang Sumeria, meninggal mendadak akibat kecelakaan.
Diduga ini disebabkan keberanian Harrington mengekspos penemuan planet ke 10
yang dikenal dengan nama Planet X ini, guna melengkapi teori Sitchin. Sejak
peristiwa ini, para ilmuwan memilih tutup mulut dan tak mau bicara banyak soal
Planet X dan aktivitasnya. Saat Zecharia Sitchin menerbitkan buku yang didasari
tulisan terjemahan bangsa Sumeria Kuno, Sitchin menyatakan ada 12 planet di
tata surya kita. Saat buku diterbitkan (tahun 1970an), Teori Sitchin
ditertawakan. Tapi, saat satu persatu temuan ilmuwan membuktikan bahwa Teori
Sitchin benar, statement Sitchin mulai diawasi ketat. Dalam bukunya, “The 12th
Planet”, Sitchin menulis tentang legenda “Komet Kiamat” atau “Nemesis” yang
muncul secara periodic dan menciptakan kehancuran. Zaman Es Ingatkah pelajaran
di Sekolah Menengah tentang Zaman es? Kisah ini merupakan petunjuk bahwa Planet
Bumi senantiasa mengalami perubahan periodic. Dan yang dimaksud bukan hanya
perubahan kutub saja. Ingat fosil gajah mammoth beku yang ditemukan di Kutub?
Saat diteliti, dalam lambungnya masih ada tanaman tropis yang baru saja
dimakan. Ini membuktikan, mammoth tersebut membeku dalam sekejap! Istilah zaman
es bukan berarti perubahan yang bertahap, tapi instant. Ingat film “The Day
After Tommorow”? Kira-kira secepat itulah pergerakan esnya! Dan ini terjadi
setiap kali Planet X mendekat. Kita akan perdalam sedikit soal Zaman Es sebelum
kita lanjut ke Planet X, karena…inilah yang akan terjadi nanti. Zaman Es Akan
Terulang Lagi Teman-teman. Coba perhatikan fakta-fakta berikut ini dengan
seksama. Baca dengan teliti…Ini SERIUS. Ini bukan bacaan sambil lewat..!.
Karena kemungkinan yang kita alami bukanlah pemanasan global, akan tetapi Fase
munuju zaman es. Perhatikan fakta-fakta berikut dengan seksama !. Kita bukanlah
penyebab utama terjadinya Pemanasan Global. Dalam kadar maksimal, hanya 3 % gas
karbondioksida (CO2) yang dihasilkan umat manusia. Jumlah CO2 dalam udara saat
ini menyerap hampir semua radiasi yang ada. Jadi, tak ada hubungan antara
kaitan jumlah kadar CO2 dan radiasi. 17.000 orang imuwan menandatangani petisi
yang menyatakan bahwa CO2 yang dihasilkan manusia bukanlah penyebab pemanasan
global. Peningkatan kadar CO2 sebanyak 30 % persen di atmosfir kita dalam 100
tahun terakhir adalah akibat kenaikan suhu laut. Dan naiknya temperature laut
disebabkan meningkatnya gempa dan aktivitas vulkanik. Selama ini kita belajar
di sekolah bahwa Zaman Es hanya terjadi sekali dalam sejarah. Tapi, nyatanya,
Zaman es terjadi beberapa ratus kali. Matahari bersifat elektromagnetis. Inilah
yang mengakibatkan timbulnya bintik matahari, yang terus bertambah. Bumi juga
bersifat elektromagnetik.
Pada waktu-waktu tertentu, kutub magnetic akan
berubah. Dan perubahan ini diakibatkan perubahan pada tata surya kita. Di masa
lalu, saat perubahan kutub terjadi, disertai juga dengan aktivitas vulkanik,
gempa, zaman es dan kepunahan. Terjadi secara serentak. Perubahan ini terjadi
dalam waktu yang sangat singkat. Bayangkan, dalam satu malam, suhu bisa turun
20 derajat! Zaman es berulang secara periodik setiap 11.500 tahun. Satu inci
hujan menghasilkan 10 inci salju. Di tahun 2007 ini, Colorado tertutup salju
setinggi 30 kaki dalam satu kali badai saja. Kamu juga bisa membaca kisah
selengkapnya di www.iceagenow.com/Record_Lows_2007.htm Saat ini, Kutub Artik
memiliki suhu yang cukup dingin untuk mengakibatkan Zaman Es. Yang dibutuhkan
Cuma tambahan kelembaban sedikit saja, untuk menghasilkan lebih banyak salju.
Saat ini dengan meningkatnya temperatur air laut akibat pergerakan vulkanik,
kelembaban semakin meningkat di Kutub Artik. Untuk melihat daftar Glasir
(glacier) yang mulai terbentuk saat ini, lihat situs www.iceagenow.com Data ini
tidak dimuat oleh media massa. Besar kemungkinan, kita semua akan mengalami
Zaman es. Film “An Inconvenient Truth”-nya Al Gore menyesatkan banyak orang.
Informasi yang benar dalam film tersebut hanya soal semakin meningkatkan
temperature air laut akan memicu kemunculan Zaman Es dalam waktu sekejap.
Faktanya, mungkinkah sebuah bintang punya
kekuatan luar biasa? Bisa saja mungkin! Karena ada satu bintang “kerdil” (dwarf
star, sebutannya) yaitu “Sirius” atau dog star yang memiliki tingkat kepadatan
yang sangat solid, bahkan melebihi matahari. Padahal ukurannya jauh lebih
kecil, namun untuk kepadatan massa, Sirius paling berat. Jika bintang ini masuk
orbit, atau bertabrakan.. maka efeknya lumayan fatal. Kalau dikaji
tulisan-tulisan kuno tentang astronomi kita, maka..Bumi pada awalnya menempati
posisi lebih dekat dengan matahari. Hari-hari di bumi lebih singkat, lebih
panas, dan penduduknya berkulit gelap karena melanin yang tinggi (oleh karena
itu penelitian tentang manusia pertama, atau Adam, menemukan bahwa Adam ini
seorang negroid, kulit hitam). Saat itu, planet yang lebih kondusif dari sisi
iklim, jarak dengan matahari dan atmosfir adalah Mars. Namun karena ada
tubrukan, maka Jupiter masuk orbit. Jadi jarak bumi menjauh dari matahari. Ini
berpengaruh pada banyak hal, seperti warna kulit penduduk, lama hari, dll.
Tabrakan itulah yang menyebabkan “The Great Deluge” atau Banjir besar yang ada
di kisah Nabi Nuh. Hari kiamat adalah hari jum’at sesuai dengan hari yang jatuh
pada tanggal 21 Desember 2012. Matahari akan terbit dari arah barat sesuai
dengan prediksi dari beberapa sumber yang mengatakan kalau bumi akan berubah
kutub. Matahari akan sangat dekat dari atas kepala manusia (sejengkal di atas
kepala) juga mendekati dengan fakta kalau Nibiru (Planet X) yang merupakan
kembaran matahari akan sangat dekat bahkan menabrak bumi.
Apakah semua ini akan benar-benar terjadi? kita
tunggi saja 2012 tiba. Sudah banyak fakta-fakta yang memungkinkan semua ini
terjadi. Berbagai prediksi dan hasil2 penelitian ilmiah telah banyak
mengeluarkan pendapat yang berbeda-beda. Masalah Akhir Zaman kapan akan datang
mungkin masih menjadi rahasia Allah. Akan tetapi apakah kita sudah siap
menghadapi prediksi bencana yang teramat maha dahsyat ini ?… Seorang Mama
Laurent, peramal kondang di Indonesia yang pernah mengatakan kalau tahun 2012
penduduk bumi hanya tinggal sekitar 40 % juga hanya bisa meramal dan memprediksi.
Ada baiknya mulai sekarang kita mempersiapkan diri jika semua ini akan
benar-benar terjadi. Semuanya kembali kepada Allah sang maha pencipta. Kembali
kepada jalan-Nya merupakan jalan satu-satunya menemukan jalan keselamatan yang
terbaik, dan memohon perlindungan dari semua prediksi-prediksi dan ramalan yang
membuat kita merinding ini.
“KIAMAT…!”, mendengar katanya saja sudah membuat
merinding apalagi mengalaminya. “ Na’uzubillah Minzalik “.
Daftar Isi [Tutup]