Hubungan Agama dengan Ilmu Pengetahuan Sosial
A.Pandangan Agama Islam Tentang Ilmu Sosial
Sejak lahirnya islam, belasan abad yang lalu,islam telah tampil sebagai agama yang memberi perhatian akan keseimbangan hidup antara dunia dan ahirat, antara hubungan manusia dengan allah, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan ibadah dengan muamalah
Keterkaitan agama dengan masalah kemanusiaan sebagaimana tersebut menjadi penting jika di kaitkan dengan keadaan manusia di zaman modern ini. Kita mengetahui dewasa ini manusia menghadapi berbagai macam persoalan yang membutuhkan pemecahan segera.
Di balik kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, dunia modern sesungguhnya menyimpan suatu potensi yang dapat menghancurkan martabat manusia, yaitu manusia telah menjadi tawanan hasil ciptaan nya sendiri.
Dalam keadaan demikian, kita harus memiliki ilmu pengetahuan social yang dapat membebaskan manusia dari problem tersebut. Ilmu pengetahuan yang di maksud adalah ilmu penngetahuan yang di gali dari nilai-nilai agama. Kuntowijoyo menyebutnya sebagai ilmu social profetik.
Menurut kuntowijoyo, kita membutuhkan ilmu social profetik, yaitu ilmu yang tidak hanya menjelaskan dan mengubah fenomena social, tapi juga memberi petunjuk kea rah mana transformasi itu di lakukan, untuk apa dan oleh siapa. Yaitu ilmu social yang mampu mengubah fenomena berdasarkan cita-cita etik dan profetik tertentu: perubahan tersebut di dasarkan pada 3hal.pertama,cita-cita kemanusiaan,kedua,liberasi,ketiga, transendensi
Dalam Al-qur’an di sebutkan :
“ kamu sekalian adalah sebaik baiknya umat yag di tugaskan kepada manusia menyuruh berbuat baik, mencegah berbuat mungkar dan beriman kepada Allah. (Q.S Al Imran:110)
Nilai-nilai kemanusiaan (humanisasi),liberasi, dan transendensi yang dapat di gali dari ayat tersebut adalah :
Pertama, bahwa tujuan humanisasi adalah memanusiakan manusia dari proses unhumanisasi.
Sementar itu tujuan liberasi adalah pembebasan manusia dari kungkungan teknologi, pemerasan kehidupan,dan membebaskan manusia dari belenggu yang kita buat sendiri
Selanjutnya tujuan dari transendensi adalah menumbuhkan dimensi transcendental dalam kebudayaan
Ilmu social yang demikian, maka umat islam akan dapat meluruskan gerak langkah perkembangan ilmu pengetahuan yang terjadi saat ini dan dapat meredam kerusuhan social dan tindakan criminal lainnya yang saat ini banyak mewarnai kehidupan.
C.Peran Ilmu Sosial Profetik Pada Era Globalisasi
Sejak berapa abad yang lalu islam mewarisi tradisi sejarah dari seluruh warisan peradaban manusia.
Dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, islam bukanlah agama yang tertutup. Islam adalah sebuah paradigma terbuka, sebagai mata rantai peradaban dunia.
Islam mengembangkan matematika India , ilmu kedokteran dari cinalogika yunani dan sebagainya.
Al-qur’an sebagai sumber utama ajaran islam di turunkan bukan dalam ruang hampa, melainkan dalam setting social actual. Respon normatifnya merefleksikan kondisi social actual itu, meskipun jelas bahwa al-qur’an memiliki cita-cita social tertentu.
Jika saat ini kita menghadapi kesenjangan social yang di sebabkan oleh perbedaan tingkat ekonomi, maka pada masa kelahiran nya, islam telah memberikan perhatian atas masalah ini.
Kesenjangan dalam bidang ekonomi tersebut menunjukkan bahwa ilmu social yang ada sekarang perlu di tinjau kembali, antara lain dengan menerapkan ilmu social profetik.
Bukti sejarah tersebut menunjukan dengan jelas bahwa sejak lahir nya, islam telah tampil sebagai agama yang terbuka, akomodatif, serta berdampingan dengan agama, kebudayaan dan peradaban lainnya.
Dengan mengikuti uraian di atas kiranya menjadi jelas bahwa islam memiliki perhatian dan kepedulian yang tinggi terhadap masalah social.
PENGERTIAN DAN SUMBER AJARAN ISLAM
A.Pengertian Agama Islam
Dari segi bahasa, islam berasal dari bahasa arab, yaitu dari kata Salima yang mengandung arti selamat, sentosa, dan damai. Dari kata salima selanjutnya berubah menjadi aslama yang berarti berserah diri masuk dalam kedamaian.
Secara antropologis perkataan islam sudah menggambarkan kodrat manusia sebagai makhluk yang tunduk dan patuh kepada Tuhan
Dan secara istilah islam adalah nama bagi suatu agama yang berasal dari Allah.swt. kata islam tidak memiliki hubungan dengan orang tertentu atau golongan tertentu karma kata islam adalah nama yang di berikan oleh tuhannya sendiri.
B.Sumber Ajaran Islam
- Al-Qur’an
Manna’ al-Qaththan secara ringkas mengutip penapat ulama pada umumnya yang menyatakan bahwa Al-qur’an adalah firman Allah yang di turunkan kepada Nabi Muhammad Saw, dan di nilai ibadah bagi yang membacanya.
Selanjutnya Al-qur’an juga berfungsi sebagai hakim yang mengatur jalannya kehidupan manusia agar berjalan lurus. Itulah sebabnya saat manusia berselisih dalam segala urusan hendaknya ia berhakim kepada Al-qur’an
- Al-Sunnah
Kedudukan sunnah sebagai sumber ajaran islam selain al-qur’an di dasarkan pada keterangan ayat-ayat al-qur’an dan hadis juga di dasarkan atas kesepakatan para sahabat.
Menurut bahasa, sunnah adalah jalan hidup yang di biasakan, terkadang jalan tersebut ada yang baik dan ada yang buruk
Sementara Junhur ulama mengartikan sunnah,hadits, khabar, dan atsar sama saja, yaitu segala sesuatu yang di sandarkan kepada Nabi Muhammad Saw, baik dalam bentuk ucapan, perbuatan maupun ketetapan.
Sebagai sumber hokum islam yang ke dua setelah al-qur’an, sunnah memiliki fungsi yag pada intinya sejalan dengan al-qur’an.
Daftar Isi [Tutup]